Pilih yang Mana ?

Selama bulan Romadhan kalo kita liat acara yang di nanti nanti yaitu..Acara Adzan Magrib…khususnya di channel RCTI.
Kita perhatikan seorang bapak yang kehilangan istrinya, kemudian membesarkan kedua anaknya. Dan setelah dewasa, anak anak mereka berkeluarga dan meninggalkan rumah seorang bapak tua tersebut ( keknya di peranin ama L.Manik ).
Selama hari tuanya, si bapak, merindukan yang hilang. Tapi beliau yakin dengan kebesaranNYA, istigfhar dan berdoa, ntuk anak anaknya. Selalu dilakukakanya.
Dan saatnya tiba, datanglah keluarga besar, kedua anaknya berserta keluarganya.
Bahagia deh bapak tua tersebut, terlihat dari raut wajahnya.

Nah terus apa maksudnya pilih yang mana?
Kamu pilih yang mannnnaaa…
Atas…atas….
Kamu pilih yang mannnnaaaa….
Bawah bawah….
Kalau aku siiiiiih ….
Pilih yang sedang sedang sajaaaa…

Gituh deh sountrack DRM pagi pagi yang biasa kita, maksudnya gue ama 4 temen kerja gue. DRM itu kependekan dari Daily Reviem Meeting, biasa kita ( ber5) lakukan setiap pagi, dengan moderator tiap hari gantian, untung anggota kita pas 5, jadi pas 5 hari kerja.

Saat itu, giliran Hamid, brondong satu anak. Hihihi dah kawen tetep gue bilang brondong.
Seperti biasa, sebelum DRM, moderator musti kasih cerita/opini atau apalah ngegosip juga boleh. Yang penting ada hikmahnya khususnya buat kita ber5.

Hamid, bagiin kertas A4 kosong ke 4 temen kerja gue. Terus dia minta kita melipat 2 kertas tersebut. Setelah dilipat, kita diminta juga untuk membelah jadi dua dengan menyobek kertas tersebut, sesuai alur lipatan.

Oke selesai?

Belum…. ternyata kita disuruh membagi lagi kertas tersebut jadi 5 bagian. Lipat lipat terus disobek jadi 5 kertas.

5 sobekan kertas tersebut, dihasilkan dari satu kertas yang awalnya dibagi 2.
Jadi masih ada satu sobekan kertas lagi yang besarnya setengah ukuran A4 dooong.
( Dalam hati gue) ini mau buat apaan sih, berusaha mikir kenceng, kira kira cerita apaan sih yang mau disampein ama hamid.

Kemudian hamid menuju whiteboard, dan menuliskan nama kita ber4. Dan mengambil salotip bening serta dispensernya. Diletakkan dekat, whiteboard.

Hamid menginstruksikan kepada kita be4, buat menuliskan nama nama orang yang kita cintai, ingetloh…cuman 5 ajah, kan kertasnya ada 5. Kata hamid, mengingatkan kita be4.

Gue nulis dengan napsunya semua nama orang orang yang gue sayang…eh ternyata lebih dari 5, jadi deh gue seleksi lagi.
Sambil cekakak cekikik kita ber4, penasaran, apakah ada nama gue yah, diantara kertas ituuuu hahhahaha ngarep.
Kami dikasih waktu hanya 3 menit ntuk nulis dikertas. Setelah itu…..

” Coba urutkan sesuai peringkatnya, dari nama nama dikertas tersebut”

” Urutkan di papan whiteboard, sesuai namanya”

Hehehehehe gue jadi malu niiih…mau gue urutin…tapi kok isinya nama pacar pacar gue, plus satu nama emakgue. Hahahhaha. Emakgue jelas nomer satu, terus kalo pacar??? Bas bis bus pisang rebus..aaaaakhh bingung.

Gue liat 2 temengue, yang kebetulan dah berkeluarga, mereka mengurutkan nama bininya, anaknya, ama ortu dan mertua mereka.

Gue liat satu temen gue, yang kebetulan brondong jomblo teladan, dia menuliskan. Nama emaknya, bapaknya, adeknya, neneknya, eh ada nama cewe yang keknya gue kenal ?!!! Hahahahha ternyata dia ngincer temen gue yang di enginering toookh.

Pas kelar ditempel di whiteboard. Hamid meminta salah satu temengue, buat menceritakan knapa dia menyusun seperti itu. Dan selalu jawaban dari hamid…hebat…bagusss…ayo kita kasih tepuk tangan.

Hahahahaha hamid keren juga nih, ga ada jawaban yang salah ternyata. Karena soal rasa sayang..itu soal rasa…soal hati..jadi yang merasakan yaaa si mpu-nya.
Rasa sayang itu tidak bisa berteori…
Setuju gue, ama elo, Mid. Toooos aaakh.

Kelar toss, gue pikir dah kelar permainan syarat makna ini, ternyata ga juga. Hamid meminta kita lagi mencabut, nama nama orang yang kita sayangi tersebut, yang diperbolehkan ntuk tidak berada bersama kita.

Amazing !!!!

Tauk gak, apa yang dilakukan temen temen gue, mereka melepaskan nama bininya, nama ortunya, nama mertuanya…..tapi menyisakan, nama anak mereka di whiteboard.
( Ini buat temengue, yang kebetulan cowo dan dah bekeluarga )

Beda ama gue, yaaa tetep nama pacar2 gue, gue cabut, gue tinggalin nama emakgue.

Buat sibrondong jomblo teladan, dia meninggalkan, nama emaknya juga, karna dia masih merasa bersalah ama emaknya, gara gara nolak dijodohin emaknya.

Hahahahaha smua punya alasan, ntuk menulis nama yang paling melekat dan harus ada bersamanya.

Dari games tersebut, hamid temengue ini. Mengaku dia juga pasti menyisakan, nama anaknya di whiteboard.

Tapi kalo soal teori yang dibuat, ternyata yang harus dipertahankan adalah pasangan hidup kita, suami/istri.

Katanya sesuai reset di amerika sana, para suami/istri lebih ingin mempertahankan pasangannya, sampai tua menjelang, karena mereka tidak mau dimasukkan ke dalam rumah panti jompo oleh anak anak mereka kelak.

Kalaupun, mereka (suami/istri) ditinggal mati oleh pasangan, pasti mereka akan mencari pasangan lagi, ntuk menghabisi hari tuanya kelak.

Naaaaah….

Tapi kalau disini, terlihat sekali bagaimana, kita menginginkan “anak kita” selalu berada disisi kita. Dan kita merasa sangat bahagia, istilahnya kalo capek abis lelah di kantor, akan hilang, kalo dah melihat dan bersama sama anak kita.

Istri, suami…atau pasangan hidup kita, dah jadi nomer kesekian.

Mereka ( temen2yangmenikah) selalu bilang,

“Gue bisa bertahan karena anak2 gue.”

“Gue pulang ke rumah, bukan nyari laki gue/ bini gue tapi gue nyari anak gue.”

Itu sering banget gue denger, dari temen temen gue yang menikah dan memiliki keturunan, anak.

Malah ada yang lebih ekstrim lagih, gue dah punya anak komplit 2. Terus gue punya karir, gue bisa sekolah keluar negri, itu dah buat gue bahagia. Single parents komplit deh…karna anak yang bikin kita bahagia, bukan pasangan kita. ( Komen temen gue, cewe, yang single parent)

Oke…
Itu pendapat semua, dah hak mereka.

Tapi kalau boleh, gue kembali lagi ke adzan magrib saat bulan Romadhan di RCTI.

Betapa kita perlu pasangan hidup. Karena ntuk menghabiskan masa tua, kita perlu pasangan hidup.

Anak anak yang dulu lucu, mereka itu amanah dariNya buat kita. Saat dewasa, mereka punya kewajiban ntuk membangun keluarganya dan pasti membahagiakan orangtuanya.

Jadi sekarang pilih yang mana?

Kumpulanceritadahlia Posted with WordPress for BlackBerry.

4 Responses to “Pilih yang Mana ?”

  1. Kalo saya pilih bikin anak mbak day.. Hahahaha😀

  2. Ah, keluarga…🙂

    Kata buku motivasi keuangan yang saya baca, anak bukan investasi, tapi obligasi (entah apa maksudnya). Tapi saya tetep meyakini bahwa anak adalah amanah. Semakin banyak anak, ada enaknya juga. Makin banyak yang mendoakan, ya ‘kan?😀 Makanya, anak2 kita nanti harus dididik dengan sangaaaaat baik. Percuma kalo anak banyak tapi ga terdidik.😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: