Ing Ngarso Sung Tulodho

Ing Ngarso Sung TulodhoJudul diatas adalah salah satu semboyan yang terkenal dari Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Saat kita masih duduk di Sekolah Dasar pastinya selalu diajarkan oleh guru mengenai semboyan tersebut. Secara keseluruhan, ada 3 semboyan yang terkenal diucapkan oleh beliau, antara lain:

  • Ing Ngarso Sung Tuladha (di depan menjadi panutan dan harus memberikan contoh yang baik).
  • Ing Madya Mangun Karso (di tengah ikut serta membantu di depan dan memberikan semangat).
  • Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dukungan/dorongan untuk tengah dan depan).

Berkat semboyan tersebut, tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantara ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia (2 Mei). Beliau rela menanggalkan nama kebangsawanannya demi bisa dekat dan mengajar pendidikan kepada rakyat biasa di Taman Siswa.

Soraya Haque Soekarno

Mantan seorang model Indonesia (pada jamannya), mbak Aya (panggilan akrabnya), sosok wanita yang memiliki kepedulian tinggi bagi perkembangan bangsa Indonesia. Untuk tampil lebih semangat, lebih beradab, serta memiliki masa depan yang gemilang.

Mbak Aya, menilai Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sungguh luar biasa. Kualitas ilmu yang dimiliki anak-anak bangsa Indonesia sangat baik. Lulusan dari universitas terbaik di negeri Indonesia. Memiliki talenta yang baik, semangat studi yang luar biasa dan komunikasi yang hebat. Hanya saja, saat ini perlu di dorong lebih maju supaya bisa melakukan aktualisasi yang tepat pada bidang kelimuan yang dimiliki.

Wanita kelahiran Plaju 7 Februari 1965, sangat menyukai pendidikan dan memiliki keinginan untuk memajukan pendidikan Indonesia. Demi mendukung proses kualitas pendidikan Indonesia, wanita ini sering melakukan bimbingan pendidikan di sekolah-sekolah negeri dan swasta sebagai pengajar. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan materi pendidikan dengan tujuan mendapatkan pemerataan SDM dengan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Indonesia yang masih memiliki banyak kasus buta huruf, memacu semangat mbak Aya untuk tetap berbagi informasi yang benar demi terwujudnya masyarakat Indonesia Bebas Buta Huruf. Beliau memberikan informasi menggunakan bahasa yang paling mudah dicerna dan diterima semua lapisan masyarakat. Salah satu contohnya, menerangkan kebiasaan pola hidup sehat, seperti kebiasaan cuci tangan, pemanfaatan dan perawatan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK).

Mbak Aya juga memiliki yayasan sosial yang bergerak di bidang kesehatan, untuk ibu hamil, bayi dan balita. Menurutnya, anak-anak merupakan kualitas yang berhubungan dengan SDM sebagai generasi selanjutnya bagi bangsa. Bukan hanya itu saja, sebagai mantan model, mbak Aya membantu me-marketing-kan pariwisata Indonesia. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya membangun citra positif potensi pariwisata Indonesia.

Menurut mbak Aya, semua yang berhubungan dengan pendidikan terlihat dan terekam sangat kuat melalui visual. Pembelajaran melalui visual (dibandingkan hanya melalui pembicaraan), visual sangat melekat serta lebih mudah ditangkap. Contohnya dalam sebuah keluarga, orang tua harus menjadi panutan / contoh yang baik bagi anak dan keluarga. Sebagai orang tua harus mampu membuang perbuatan yang mengedepankan emosi, ambisi dan kepentingan pribadi demi anak dan keluarga. Dalam hal ini, semboyan Ing Ngarso Sung Tuladha wajib dimiliki oleh setiap orang tua.

Yuk! Mari jadikan diri kita sebagai panutan yang tidak mengedepankan emosional.
Selamat Hari Pendidikan Indonesia dan Selamat Hari Kebangkitan Indonesia.

nb: foto Soraya Haque Soekarno pinjam dari detikhot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: