Siapin tisu kalo nonton Film Sepatu Dahlan

image

Film yang mengisahkan masa kecil Dahlan Iskan, yang hidup penuh keprihatinan ,bapak sebagai pekerja serabutan dan ibunya menjadi pengrajin batik ,mempunyai orangtua yang memiliki prinsip pendidikan nomer satu untuk ke empat anaknya, di film ini dilihatkan betapa miskinnya mereka, 2 kakak perempuan Dahlan tetap kuliah di luar kota ( salut, secara itu orang dulu bingiidd tapi pemikirannya dasyat moderen).

Dahlan tinggal di sekitar  perkebunan tebu, karna pas awal cerita dilihatkan Dahlan bersama teman temannya sedang bermain di kebun tebu. Kehidupan Dahlan kecil amat lah sangat sederhana, malahan dibilang miskin, karena makan nasi ajah bisa dihitung selama film itu kebanyakan makan singkong atau ubi hihihihi.

Dahlan ternyata anak yang prestasi akademinya biasa biasa ajah,  tidak terlalu anjlok dan tidak terlalu menonjol. Dahlan kecil ternyata  idola perempuan seumurannya suit suit tapi menonjol di bidang olah raga, di film ini dikisahkan Dahlan lolos masuk Tim Voli di Pesantren Takeran.

Sejak bersekolah Dahlan tidak memiliki sepatu, karena itulah Dahlan menyampaikan keinginannya ingin punya sepatu kepada orang tuanya  yang diinginkannya hanya sepasang sepatu, yang akhirnya keinginan tersebut Dahlan tarik, karena kakak perempuan  Dahlan yang amat sangat membutuhkan biaya kuliah  di luar kota dan adiknya yang akan segera sekolah.

Karena Tim volinya akan bertanding melawan sekolah lain, Dahlan harus memiliki sepatu. Nah.. bener bener bikin ngabisin stok tissue nih,  pejuangan Dahlan mendapatkan sepatunya dan kisah cinta Dahlan kepada ibu dan Din, adiknya.

tak lelo, lelo lelo ledung,

cep menengo ojo pijer nangis,

anakku sing bagus rupane,

yen nangis, ndak ilang baguse

tak gadang bisa urip mulya,

dadia pria utamang luhurke asmane wong tua,

dadia pendekaring bangsawis cep menga anakku,

kae wulane ndadarikayo butho nggegilani,

lagi nggoleki cah nangistak lelo lelo ledo ledung,

cep menego anakku cah bagus

tak emban slendang bathik kawung

yen nangis mundak ibu bingung…

Nah kan…. gimana kaga mewek… senandung bobok ibunya Dahlan bikin gue inget ibu ama ayah  hiks hiks hiks.

Film ini, bagus ditonton buat anak anak karena disini dilihatkan betapa seorang anak harus patuh terhadap orang tua karna doa orangtua paling mustajab, harus banyak bersyukur, amat sangat menyenangkan bila kita membahagiakan teman dan keluarga, berani bertanggungjawab dan yang gue salut sama film ini adalah miskin tidak jadi halangan untuk mencapai cita cita sekolah tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: